Rabu, 12 Juni 2013

Tahi lalat (Nevus Pigmentosus)

Selama ini, kebanyakan orang menganggap tahi lalat hanya sebagai tanda lahir. Namun tahukah Anda bahwa dalam dunia kedokteran, tahi lalat termasuk sebuah panyakit kulit atau bahkan juga kanker kulit. Sekalipun demikian kanker ini termasuk kanker yang tidak ganas. Tahi lalat ini tidak hadir saat kita lahir namun muncul di permukaan tubuh saat perjalanan kehidupan ini. Tahi lalat disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan abnormal dari sel-sel pigmen di bawah kulit yang lebih dalam.Oleh sebab itu, tahi lalat dalam dunia kedokteran disebut Nevus Pigmentosus.

Tahi lalat memiliki fase perkembangan yang diawali dengan berwarna agak gelap. Setelah fase tersebut, tahi lalat tersebut akan kemudian membesar, dengan ukuran dan bentuk yang berbeda-beda. Berbagai bentuk yang sering ditemui adalah bentuk-bentuk oval atau bulat, ada yang permukaannya rata dengan kulit sekitar dan ada yang menonjol. Selain itu, tidak sedikit yang ditumbuhi rambut, selain yang polos. Dan dari warna yang ada, selain hitam, ada yang berwarna cokelat, dan merah muda. Jika tahi lalat ini tumbuh didaerah wajah dan membesar, tentu akan sangat mengganggu penampilan, apalagi jika ditumbuhi rambut (Hairy nevus).
Kebanyakan tahi lalat muncul dari bayi lahir hingga usia 20 tahun, tetapi ada juga yang muncul selama proses perkembangan janin. Dan potensi kemungkinan muncul tahi lalat banyak terjadi pada mereka yang sering berjemur di terik Matahari, pemakaian obat-obat pemutih kulit, makan makanan cepat saji atau bahan yang mengandung arsen, dan faktor genetik.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, tahi lalat juga membahayakan jika tahi lalat itu terasa gatal atau bahkan terasa sakit. Selain itu gejala berbahaya lainnya adalah bila tahi lalat tersebut terus membesar dan mudah berdarah. Bila gejala-gejala tersebut Anda alami, sebaiknya periksakan ke dokter karena tidak menutup kemungkinan berkembang menjadi kanker kulit yang ganas.


Jika ada indikasi mengganggu penampilan (kosmetis) dan curiga menjadi suatu keganasan, ada baiknya anda berkonsultasi ke dokter spesialis bedah plastik untuk prosedur operasi pengangkatan tahi lalat tersebut. karena selain mempertimbangkan keamanan, kami juga mempertimbangkan segi estetisnya seakurat mungkin, seperti desain sayatan yang bagaimana yang tidak akan menimbulkan bekas atau parut, penggunaan benang jahitan yang sehalus mungkin untuk mencegah bekas di kulit dan teknik penjahitan yang khusus agar dapat memaksimalkan penampilan anda dengan menyamarkan bekas luka setelah operasi.
Lihat juga blog : MENGHILANGKAN TAHI LALAT


 


Dan sebagai saran penutup, untuk menghindari keberadaan tahi lalat ataupun perubahan menjadi kanker kulit yang ganas, lebih baik tidak berjemur bila tidak menggunakan pelindung kulit. dan saat berjemur lebih baik tidak lebih dari dua jam. Karena sinar Matahari pun sebenarnya, bisa menambah kecenderungan mengalami basalioma, melanoma  atau squamous cell carcinoma
Poskan Komentar