Selasa, 04 Juni 2013

Bibir Sumbing (Labioschizis)

Celah bibir adalah cacat bawaan sejak lahir, bisa tunggal atau disertai kelainan lain. Biasanya terjadi karena kegagalan penyatuan tulang wajah di masa kehamilan trimester awal akibat faktor-faktor genetik, kekurangan asam folat, pengaruh konsumsi obat-obatan yag mengandung kortison dan phenytoin.
Angka kejadian cacat bawaan ini 1:400-800 kelahiran di Asia.
 Celah bibir terbagi 2 : Ada celah bibir satu sisi (bisa disisi kanan atau kiri /unilateral) komplit dan tidak komplit. dan celah bibir 2 sisi (bilateral) komplit dan tidak komplit, lihat gambar dibawah ini :
  • Celah bibir sumbing 1 sisi tidak komplit , sebelum dan sesudah operasi (kiri). Celah bibir sumbing 1 sisi komplit ,sebelum dan sesudah operasi (kanan)  

    • Celah bibir sumbing 2 sisi tidak komplit , sebelum dan sesudah operasi (atas). Celah bibir sumbing 2 sisi komplit ,sebelum dan sesudah operasi (bawah)

    Biasanya masalah yang akan ditemui jika kelainan ini tidak segera di terapi dengan prosedur standart adalah :
    • Keluhan psikis, rasa malu dan rendah diri di lingkungan sosialnya karena kelainan bentuk bibir dan hidung, serta suara sengau
    • Intake makanan berkurang karena sebahagian makanan yang dimakan akan tumpah kembali, sehingga cenderung terjadi kekurangan gizi pada usia bayi dan balita
    • Suara sengau, akan mengganggu proses bicara
    • Susunan gigi yang tidak akan teratur
    • Kemungkinan timbul infeksi telinga tengah dan kemungkinan tuli
    • Kemungkinan gangguan jalan nafas
    Adapun prosedur standart pengobatannya melibatkan beberapa disiplin ilmu, tidak hanya bedah plastik saja, Bedah plastik melakukan pembedahan pada cacat yang ada dan membentuk bibir dan hidungnya kembali normal atau mendekati normal. Speech therapist, membantu proses bicara, Orthodonti membentuk rahang dan gigi, THT mengobati infeksi telinga jika ada dan psikolog untuk menangani keluhan psikis penderita dan keluarga sejak penderita dilahirkan.
    Dan penanganannya terdiri dari beberapa tahap, dimana untuk setiap tahapnya harus dilakukan pada waktu yang dianjurkan berikut ini :
    • Tahap persiapan operasi dari sejak lahir sampai usia 3 bulan, yaitu mempersiapkan kondisi anak untuk operasi, dengan pemberian gizi yang cukup dan membiasakan minum susu dengan sendok, jangan mengedot, serta mempersiapkan kondisi psikologis orangtua dengan konsultasi
    • Operasi celah bibir (bibir sumbing) sebaiknya dilakukan saat usia anak 3-4 bulan untuk perbaikan fungsi dan estetik
    •  Operasi celah langit-langit sebaiknya dilakukan saat usia anak 10-12 bulan, agar luka operasi sembuh sempurna saat anak mulai belajar bicara
    • dilakukan latihan bicara setelah 3 bulan operasi, dan evaluasi fungsi bicara saat usia 1-4 tahun
    • usia 4 tahun jika masih sengau dipertimbangan untuk operasi langit-langit kembali atau pharyngoplasty
    • usia 6 tahun Evaluasi gigi dan rahang dan Evaluasi pendengaran.
    • usia 9-10 tahun dilakukan prosedur alveolar bone graft untuk memperbaiki celah gusi
    • usia 12-13 tahun dilakukan koreksi jika masih terdapat kelainan (tidak harus dilakukan jika sudah baik hasil operasi terdahulu)
    • usia 17 tahun dilakukan evaluasi tulang wajah, jika perlu dilakukan koreksi
    Setelah operasi, dituntut pentingnya kerjasama keluarga dalam hal ini sang ibu, untuk menjaga kebersihan luka operasinya, rajin membersihkan dengan cotton bud lembab kemudian dikeringkan sebelum dioleskan salep lagi, karena kebanyakan kasus hasil operasi yang sudah baik, menjadi rusak dan jahitannya lepas akibat adanya sisa-sisa darah dan salep yang tidak dibersihkan mengerak di sela-sela benang jahitan.
    Kami juga melayani operasi bibir sumbing GRATIS, jika anda berminat bisa hubungi kami di halaman kontak kami melalui blog ini , atau KLIK DISINI...

    Poskan Komentar